“Bukankah pernikahan adalah saling melengkapi kekurangan masing-masing sehingga menjadi sempurna?”
Saat proses pendekatan dan akhirnya jadian alias pacaran, sesungguhnya banyak bagian yang masih misteri dan belum terungkap dari pasangan kita. Nah, beda ceritanya ketika sudah terikat dalam sebuah pernikahan.
Ketika sudah menikah, yang jelek-jelek dari pasangan semua keluar dengan sendirinya seiring waktu—termasuk kebiasaan yang bikin kesal. Semuanya mau nggak mau harus diterima. Jadi jangan terima yang menyenangkan saja, ya SoHib. Bukankah pernikahan adalah saling melengkapi kekurangan masing-masing sehingga menjadi sempurna? Eaaa.
Pada suatu hari saya pun iseng bertanya ke istri saya tentang kebiasaan saya yang kadang bikin dia kesal. Ya, bukankah dengan mengetahui kebiasaan yang kurang baik akan semakin merekatkan hubungan? So sweet, kan?
Dalam tulisan ini saya akan membagi 5 kebiasaan saya sebagai suami yang bikin kesal istri. Yah, bisa jadi dialami juga oleh para suami di luar sana yang membaca tulisan ini. Jadi saling introspeksi ceritanya. Cekidot, Bro.
#1 Main tarik langsung pakaian dari susunan paling bawah
Persoalan mengambil pakaian dari susunan paling bawah ini menjadi kebiasaan yang ternyata bikin kesal istri saya, hehehe. Sebenarnya saya mempunyai filosofi sendiri terhadap kebiasaan yang satu ini.
Sudah pasti kalau mengambil pakaian di susunan paling atas adalah pakaian yang beberapa waktu sebelumnya dipakai. Jadinya kayak nggak punya pakaian lain saja, mosok sudah mau dipakai lagi. Makanya saya lebih memilih pakaian yang berada di susunan paling bawah. Githu, loh Bun.
Nah masalahnya cara nariknya ternyata yang bikin masalah. Bukannya ditahan susunan di atasnya, eh malah main tarik langsung saja, ujar istri saya. Wqwqwq. Akibatnya susunan pakaian pun bergeser—berantakan malah. Ya sudah, omelan pun menjadi ganjarannya.
#2 Menggantung pakaian yang sudah dipakai lebih dari sehari
Mungkin sudah jadi kebiasaan sejak zaman masih kuliah ya, menggantung pakaian yang baru dipakai sekali. Maklumlah dulu sebagai anak kos, kalau terlalu banyak baju yang dicuci bikin capek nyucinya. Makanya ketika istri bertanya, “Ini pakaian kotor, Pah?”, jawab saya, “Enggak, masih baru, kok.”
Kalau enggak dijawab masih baru, sudah pasti nasib si pakaian—baik itu baju maupun celana panjang—biasanya bakal masuk mesin cuci. Dan, kenyataannya pakaian tersebut memang tetap menggantung hingga lebih dari sehari. Tak urung kekesalan istri pun tumpah, hahaha.
#3 Kelamaan di depan laptop meski after workhours
Sejak pandemi melanda seantero negeri, sistem kerja pun berubah. Kebanyakan lebih banyak WFH tinimbang WFO membuat saya lebih banyak menghabiskan waktu seharian di rumah—di depan laptop tentunya.
Kadangkala dipikir-pikir mending zaman sebelum pandemi di mana saat pulang kerja, ya sudah selesai pula kerjaan. Tapi tidak demikian saat WFH. Rapat online bisa saja berlangsung malam hari.
Belum lagi kebiasaan baru saya sejak pandemi yakni menulis telah membuat saya senantiasa menyisihkan waktu tambahan di depan laptop—yaa sambil nyari ide dengan browsing-browsing tentunya. Makanya, supaya nggak bikin kesel istri, ngetiknya malam hari sebelum tidur. Sering juga ketiduran di depan laptop, zzzzz.
#4 Rebahan nonton film baru di saat weekend
Sejak remaja saya mempunyai hobby nonton film. Apalagi sekarang, penggemar film dimanjakan dengan bejibun film baru baik yang sekali tonton maupun yang berseri dengan hadirnya Netflix atau situs-situs film yang berbayar maupun yang gratis. Nah, hingga kini kebiasaan ini terus berlanjut.
Biasanya setelah bosan dengan deadline pekerjaan yang kadang menjenuhkan dari Senin-Jumat, nonton film di akhir pekan menjadi pelarian yang menyenangkan. Mungkin para penggemar film setuju dengan saya. Sayangnya agenda ini kadang tak selaras dengan agenda istri yang minta antar belanja, arisan atau kondangan. Ups, kaboorrr.
#5 Menghabiskan waktu bersama komunitas
Kebiasaan terakhir yang bikin kesel istri adalah kadang kala saya suka berlama-lama bercengkerama dengan komunitas. Ada beberapa komunitas yang saya ikuti dan menjadi circle pertemanan yang mengasyikkan sebenarnya.
Tertawa lepas tanpa sekat adanya istri mengawasi, hahaha. Ada komunitas tenis meja, pengurus RT/RW, majelis taklim, otomotif, hingga teman-teman kuliah, dan sekolah. Sejak pandemi, otomatis pertemuan daring menjadi pilihan dan intensif dibanding pertemuan secara fisik.
Yah, itulah 5 kebiasaan saya yang bikin istri kesal dan bisa jadi dialami juga sama para bapack-bapack sidang pembaca Ghibahin. Walaupun demikian, ada juga kok kebiasaan yang bikin happy istri, antara lain membantu cuci piring atau ngepel lantai. Maklumlah sudah lama kami tak memakai asisten rumah tangga lagi demi efisiensi pengeluaran rumah tangga selama pandemi.
Dan satu kebiasaan yang bikin istri senang adalah jalan-jalan di akhir pekan bersama keluarga dibanding menyaksikan saya rebahan nonton film kegemaran. Jadi, seimbanglah buat menutupi kebiasaan yang bikin kesal sebelumnya, sehingga cinta senantiasa terpelihara dalam sebuah hubungan suami istri. Ada kesal dan ada happy-nya. Asyeeek.
Suzan Lesmana, suami yang berusaha membahagiakan istrinya meski kadang bikin kesal.
[red/brsm]

