Suka Duka Mahasiswa Kelas Sore dari Keluarga Cina yang Bekerja di Toko

“Pendidikan bagi keluarga Cina sangat dihargai, tetapi bisnis keluarga juga penting.”

Keluarga dari keturunan Cina identik dengan mempunyai usaha dagang berupa toko, mulai dari toko elektronik, perhiasan, hingga sembako. Usaha ini biasanya dijalankan secara turun-temurun. Bagi keluarga Cina berdagang sudah diajarkan sejak kecil, karena anak-anak merekalah yang kelak akan meneruskan usahanya. Tidak heran selepas bersekolah banyak anak mereka yang sudah terbiasa membantu orang tua menjalankan bisnis tokonya, mulai dari menjaga kasir, melayani pelanggan, hingga mengatur stok barang.

Semakin dewasa, beban dan tanggung jawab dalam menjalankan bisnis keluarga juga semakin tinggi, terlebih jika sudah memasuki dunia perguruan tinggi. Selain menjaga toko, mereka masih harus mengerjakan tugas perkuliahan apalagi yang mengambil kuliah kelas sore. Jadi, bekerja sambil kuliah sudah menjadi bagian dari kehidupan bagi banyak mahasiswa dari keluarga Cina yang memiliki toko. Tidak hanya memiliki sisi positif dari perjuangan ini, tetapi juga tantangan yang membentuk karakter mereka.

Kemandirian dan Kesetiaan Keluarga 

Salah satu keuntungan yang dirasakan oleh mahasiswa yang berasal dari keluarga pedagang adalah mereka dapat menjadi lebih mandiri. Mereka telah dididik tentang pentingnya bekerja keras dan menghargai uang sejak kecil. Dalam situasi di mana teman-teman mereka masih bergantung sepenuhnya pada orang tua, mereka sudah dapat menghasilkan uang sendiri dan bahkan ikut berkontribusi dalam perusahaan keluarga. Mereka lebih mampu membayar kuliah, membeli barang-barang pribadi, atau bahkan menabung untuk masa depan karena memiliki penghasilan sendiri. 

Bekerja di toko keluarga juga memberikan pengalaman bisnis yang sangat berharga bagi mereka. Dari pengalaman sendiri, mereka memperoleh pemahaman tentang strategi bisnis dan bagaimana melayani pelanggan. Setelah lulus kuliah, banyak dari mereka yang meneruskan bisnis keluarga atau bahkan membuka bisnis sendiri. Dengan pengalaman mengelola toko sendiri, mereka unggul dari kebanyakan mahasiswa lain yang baru memulai pekerjaan setelah lulus kuliah.

Selain berdagang, kekeluargaan adalah bagian penting dari kehidupan keluarga Cina. Bisnis keluarga dapat memperkuat hubungan keluarga selain mencari nafkah. Mereka tetap dekat dengan keluarga karena mereka sering menghabiskan waktu bersama di toko meskipun mereka sibuk bekerja dan kuliah. Rasa tanggung jawab yang lebih besar tertanam dalam keluarga membuat mereka lebih menghargai perjuangan orang tua dalam membangun usaha mereka. 

Tekanan Tambahan dan Kurangnya Waktu untuk Diri Sendiri 

Ada tantangan besar yang harus dihadapi di balik keuntungan yang mereka peroleh dari keluarga Cina yang mempunyai usaha toko. Tekanan yang sangat besar datang dari pekerjaan dan perkuliahan yang seringkali menjadi masalah utama mahasiswa dari keluarga Cina. Setelah bekerja di toko seharian, mereka harus pergi ke kampus untuk mengikuti kelas yang berlangsung dari sore hingga malam. Mereka sering kesulitan berkonsentrasi di kelas karena kelelahan, tetapi mereka harus berusaha untuk tidak tertinggal dalam perkuliahan. 

Tanggung jawab toko juga sering membuat mereka kesulitan membagi waktu untuk tugas kuliah. Mereka harus membantu terlebih dahulu jika toko ramai atau ada masalah mendesak, bahkan jika itu berarti mengorbankan waktu belajar atau mengerjakan tugas. Setelah seharian bekerja dan kuliah, mereka sering harus begadang hingga larut malam untuk menyelesaikan tugas. 

Kurang waktu untuk diri sendiri adalah masalah lain. Mahasiswa yang berasal dari keluarga pedagang sering merasa hidup mereka hanya berputar antara bekerja dan belajar, tanpa banyak waktu untuk hobi atau bersosialisasi. Saat akhir pekan, yang seharusnya menjadi waktu luang, seringkali dihabiskan di toko.

Pendidikan bagi keluarga Cina sangat dihargai, tetapi bisnis keluarga juga penting. Mahasiswa dari keluarga pedagang Cina kadang-kadang merasa terjebak di antara kewajiban untuk membantu toko dan harapan untuk sukses secara akademik. Mereka seringkali mengalami perasaan bersalah atau bahkan mendapat tekanan dari keluarga jika mereka tidak memenuhi ekspektasi dalam salah satu aspek.

Hasilnya, tidak mudah menjadi mahasiswa kelas sore dari keluarga Cina yang memiliki toko dalam menjalani kehidupannya. Mereka memang mendapat berbagai manfaat, seperti kemandirian finansial, pengalaman bisnis yang berharga, dan hubungan keluarga yang erat, tetapi juga memiliki tantangan berat, seperti tekanan akademik, kelelahan, dan kurangnya waktu untuk diri sendiri.

Meskipun perjuangan ini sulit, banyak dari mereka yang bertahan karena mereka tahu bahwa itu akan bermanfaat di masa depan. Mereka dapat menjalani keduanya dengan lebih seimbang dengan manajemen waktu yang baik dan dukungan keluarga. Pada akhirnya, pengalaman ini membuat mereka menjadi orang yang lebih tangguh, disiplin, dan siap untuk bekerja atau bahkan menjalankan bisnis keluarga dengan lebih baik. [red]

Irse Marsella, Mahasiswa Kelas Sore dan Penjaga Toko.