“Yang menjadi masalah bukanlah harga tasnya. Bagi mereka yang punya uang, itu tak jadi soal. Apalagi, bagi sebagian kalangan, menggunakan outfit yang bermerek akan mempengaruhi tingkat pendapatan mereka.” Sebuah pesan… Tas Aurel dan Keadilan EkonomiRead more
Kategori: esai
Kurikulum Pendidikan Mazhab Gosip Tetangga
“Kini, anak TK sudah dihadapkan dengan aritmatika sederhana, mungkin tidak lama lagi akan belajar evolusi manusia dan teori-teori sosial Ibnu Khaldun, atau psikologi Sigmund Freud.” Sore kemarin, saya tidak sengaja… Kurikulum Pendidikan Mazhab Gosip TetanggaRead more
Seolah-olah Anjing Binatang Paling Hina, Padahal …
“Bener sampean mau dipanggil anjing?” “Terserah kamu. Masak aku harus melarang-larang. Aku malah berterima kasih jika kamu memanggilku anjing. Dengan begitu, kehormatanku sedang ditinggikan karena aslinya aku tidak pernah mampu… Seolah-olah Anjing Binatang Paling Hina, Padahal …Read more
Antara Cuan, Cincai dan Cengli, Rahasia Bisnis Sukses ala Tionghoa
“Bisnis memang tidak melulu soal hitung-hitungan cuan. Berinvestasi dalam bisnis juga harus diiringi dengan cincai untuk menebarkan kebaikan atau minimal dengan tidak merugikan orang lain.” Perayaan Cap Go Meh yang… Antara Cuan, Cincai dan Cengli, Rahasia Bisnis Sukses ala TionghoaRead more
Menanggapi Kutukan Penyakit Keturunan dengan Biasa-Biasa Saja
“Paling tidak, dengan mengetahui kadar gula, kolesterol, serta cek tekanan darah rutin, kita bisa menghindar dari penyakit katastropik macam stroke, serangan jantung, dan diabetes melitus.” “Terus, ayahmu gimana?” Saya terjebak… Menanggapi Kutukan Penyakit Keturunan dengan Biasa-Biasa Saja Read more
Tak Semua Tangisan Lelaki adalah Tangis Buaya
“Lelaki menangis bukanlah sesuatu yang memalukan sebatas ada sebab musababnya. Menangis tak mengurangi wibawa atau menurunkan martabat.” Suatu hari dari sebuah penggalan video yang dikirim temanku, terlihat seorang bapak yang… Tak Semua Tangisan Lelaki adalah Tangis BuayaRead more
Pertaruhan Asa pada Sepiring Nasi
Dari beberapa kesempatan menemani berbagai jenis orang ke sawah, yang sering saya temukan adalah ekspresi kekaguman atas keindahan. Gawai dikeluarkan, story dibuat, kata-kata puitis dibumbukan, puja-puji dilangitkan. Hampar hijau persawahan, suasana asri,… Pertaruhan Asa pada Sepiring NasiRead more
Mengapa Mengajarkan Konsensual kepada Anak-anak?
“Dengan mendiskusikan atau mengonfirmasi satu sama lain, membuat masing-masing individu memahami dan menghormati batasan yang mereka buat.” “Meski bayi sendiri, nggak boleh dicium ya? Kalau gemas gimana?“ Sebuah komentar masuk… Mengapa Mengajarkan Konsensual kepada Anak-anak?Read more
Gemerlap Jakarta dan Kebisingan Toa
“Gemerlap Jakarta seolah sebuah antitesa dari kebisingan toa. Fenomena arogansi beragama atau justru cerminan kepahitan yang gagal diredamnya.” Setelah sukses melewati masa pandemi dua tahun dengan aman dan sehat, akhirnya… Gemerlap Jakarta dan Kebisingan ToaRead more
Kontroversi Yaqut
“Akademisi/peneliti itu boleh salah tapi tidak boleh bohong. Kalau politisi itu boleh bohong tapi tidak boleh salah.” Awalnya saya berencana masih mau menulis perihal ribut-ribut dua minggu yang lalu, terutama… Kontroversi YaqutRead more