“Otak yang penuh tekanan pekerjaan akan mengalami titik jenuh. Bisa berbahaya kalau pemiliknya membiarkan.”
Hari libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 baru saja berlalu, namun bagi sebagian orang, liburan masih terus berlanjut hingga minggu ini. Bagi yang masih menikmati liburan silakan tetap menjaga keselamatan dan keamanan. Tetapi ingat, liburan hanya sementara. Yang pasti pekerjaan sudah menanti.
Untuk kawan-kawan yang sedang menikmati liburan pastinya sudah merencanakan segala sesuatunya dengan matang. Termasuk berapa anggaran yang SoHib akan habiskan untuk liburan ini. Sah-sah saja berlibur untuk menjaga “kewarasan” dari tekanan pikiran dari tempat kerja, keluarga dan lingkungan. Harapannya, dengan menikmati suasana baru di tempat wisata akan “mencuci otak” kita sehingga akan segar kembali dan siap kerja saat kita kembali.
Tulisan ini menyoroti banyaknya orang yang berbondong-bondong mengisi liburan dengan melakukan perjalanan wisata. Banyak di antaranya yang “sukses” dalam mengisi masa liburan itu. Namun tak sedikit juga yang “gagal” pada tahap selanjutnya, yaitu lupa pada pekerjaan, tidak fokus saat bekerja dan sejenisnya.
Asyiknya Orang Berlibur
Ciri-ciri orang yang “sukses” dalam berlibur itu terlihat dari perbedaan sebelum dan sesudah berlibur. Ini beberapa contoh efek liburan yang berhasil.
Pertama, otak lebih fresh dan lebih fokus. Yang semula berangkat liburan pikiran suntuk karena beban pikiran penuh maka selepas liburan akan hilang beban yang memenuhi otak kita.
Kedua, wajah lebih berseri dan badan terasa lebih segar. Mungkin sebagian orang berpikir: jalan-jalan, rekreasi bikin capek. Tapi percayalah, lelahmu akan terbayar lunas dengan suasana segar, lepas dari kebiasaan yang bikin stres.
Ketiga, suasana hati lebih hangat dan bahagia. Orang yang “sukses” setelah liburan akan lebih dekat dengan keluarga. Tidak merasa sendiri lagi di dunia ini. Efek kebersamaan selama liburan akan terbawa dalam keluarga dan tempat kerja.
Keempat, lebih peduli atau sensitif dengan lingkungan. Biasanya orang yang pulang dari rekreasi walau badan lelah akan merasa fresh otaknya. Sehingga sisi jelek hatinya seperti egois, apatis, dan lain-lain akan tertutup dengan sikap lembut, penyayang, dan baik hati.
Keenam, hasil kerja meningkat. Otak yang penuh tekanan pekerjaan akan mengalami titik jenuh. Bisa berbahaya kalau pemiliknya membiarkan. Uang banyak hasil kerja hanya akan sia-sia kalau berujung dengan sakit. Kalau sakit kan kerjaan malah berantakan. Maka dengan mencari suasana baru ke tempat rekreasi akan mengembalikan kerja otak yang sudah melambat itu.
Itu idealnya yang akan kamu rasakan setelah berlibur. Semua orang butuh berlibur kalau begitu? Ya benar. Dari usia kita lima tahun (saat sekolah Taman Kanak-kanak) hingga usia dewasa pasti butuh yang namanya jalan-jalan, rekreasi atau sekedar “cuci mata”. Tujuannya ya itu tadi, penyegaran dan mengembalikan semangat baru.
Pekerjaan Setelah Liburan
Liburan dan pekerjaan kadang menjadi dua hal yang berlawanan. Kalau misalnya kita berlibur saat hari efektif bekerja, bagaimana nasib pekerjaan yang kita tinggalkan? Pastinya sudah direncanakan jauh hari sebelumnya dan menginformasikan ke pihak lain agar semua berjalan baik-baik saja. Berbeda dengan liburan saat sudah waktunya libur kerja. Namun hal ini juga berpotensi kerjaan kamu tidak baik-baik saja kalau sembarangan tanpa perencanaan.
Alih-alih mendapatkan pencerahan jiwa dan raga eh ternyata pulang liburan kerjaan malah berantakan. Rencana kerja bulan selanjutnya tak sesuai harapan. Mungkin saat kita liburan, terlalu ”baper” sehingga kita tidak bisa cepat move-on dari suasana tersebut. Pokoknya kacau!
Bagaimana menyiasati agar pikiran fresh dan kerjaan beres? Berikut ini ada tips tersendiri pengalaman penulis yang bisa dicoba. Mari kita bahas satu persatu agar kerjaan beres. Intinya liburan dan pekerjaan sama-sama dapat.
Pertama, saat berangkat berlibur rencanakan semua kegiatan secara menyeluruh, jangan setengah-setengah. Kalau SoHib mau liburan, rencanakan secara matang. Riset dulu tempat tujuan wisata, bandingkan budget yang tersedia dan harga yang ditawarkan. Kalau cocok, lanjut. Jika tidak, lanjut riset tempat yang lain. Butuh waktu lama dan ribet dong? Enggak tuh, cuma nambah waktu sedikit tapi liburan jadi bermutu. Tidak menimbulkan sesal.
Kedua, fokus liburan; jangan raganya liburan, pikiran masih ke pekerjaan. Banyak lho orang yang mengalami hal seperti ini, cuma masalah ini mereka simpan dalam hati jadi seperti baik-baik saja. Justru hal ini berpotensi menjadi tsunami pada otakmu. Berlatihlah menjadi pribadi yang profesional. Artinya, cerdas menempatkan pikiran, netral, dan luwes dengan keadaan. Saat sekarang sedang liburan ya fokus nikmati dengan santai, hati riang gembira. Singkirkan handphone dan laptop jadi saat berlibur nggak terganggu oleh bisnis atau pekerjaan.
Ketiga, ikuti perkembangan informasi terkini tentang destinasi wisata. Sekarang semua informasi bisa kita dapatkan dengan mudah termasuk perkembangan terakhir informasi tentang tujuan wisata liburan. Ikuti dengan seksama, misalnya tujuan wisata ke pantai, pastikan kamu update himbauan pemerintah. Misalnya ada peringatan dini tentang potensi bahaya gelombang tinggi. Nah kalau ketinggalan info kan liburan tak lagi asyik.
Keempat, saat pulang liburan fokuskan pikiran dalam perjalanan. Sebelum sampai ke rumah, jangan pikirkan pekerjaan. Fokus dulu dengan proses perjalanan pulang agar lebih hati-hati dalam menjalankan kendaraan dan selamat sentosa sampai rumah. Banyak hambatan dalam perjalanan seperti cuaca buruk, kendaraan mogok atau gangguan kesehatan. Hal ini jangan sampai lupa, harus kamu antisipasi juga sebelumnya.
Kelima, Ketika sampai rumah baru pikirkan kembali pekerjaan. Kembali ke tempat kerja dengan semangat baru menurut penelitian akan meningkatkan performa kerja kita. Begitupun agar istri dan anak tidak stress dengan keadaan itu-itu saja, perlu penyegaran dengan berlibur.
Masuk kerja dengan pikiran segar akan mudah berkonsentrasi dalam menjalankan pekerjaan. Yang selama ini butuh waktu lama berpikir karena otak penuh, kini lebih cepat responnya.
Mengambil jeda waktu dari rutinitas kerja dengan mengisi liburan akhir tahun adalah salah satu solusi baik untuk menjaga kewarasan. Jeda waktu yang hanya beberapa hari tapi dapat mendongkrak semangat baru dalam bekerja. Jangan lupa, santainya hanya saat berlibur lalu masuk hari kerja ganti menjadi kamu yang serius. Selamat tahun baru dan semangat bekerja kembali.
Yoyo Setiawan. Menulis biar eksis, membaca biar bisa.
[red]