Mengapa Anak Lebih Nyaman Berada di Sekolah

Dunia pendidikan saat ini sudah memasuki semester genap tahun pelajaran 2022-2023. Hampir semua sekolah sudah melakukan kegiatan pembelajaran secara normal, setelah dua tahun harus melakukan kegiatan pembelajaran di rumah masing-masing. Saat itu–masa yang sangat suram bagi seorang siswa–berbagai kegiatan dilakukan terbatas. Hal itu juga berlaku dalam kegiatan pembelajaran. 

Kini kegiatan pembelajaran sudah dilakukan secara normal. Hal itu disambut baik oleh anak dan orang tua. Mereka bisa dengan bebas melakukan aktivitas selama di sekolah. Bahkan, mereka bisa menghabiskan waktu sepenuhnya di sekolah. Setelah melakukan kegiatan pembelajaran di dalam kelas dilanjutkan untuk melakukan kegiatan pengembangan diri seperti ekstrakurikuler.

Ketika sebelumnya mereka harus dikekang dan melakukan sesuatu hanya sebatas di dalam rumah. Kini mereka bisa dengan leluasa melakukan segala hal di luar rumah termasuk di sekolah. Dan pastinya, perubahan itu memiliki dampak bagi anak itu sendiri. Di antara dampak positif yang diperoleh anak mulai bersosialisasi terhadap teman-temannya di sekolah. Dalam proses pembelajaran mereka merasakan kehadiran seorang guru sehingga bisa memberikan pengaruh yang baik dalam setiap pembelajaran.

Pada masa ini orang tua dan guru harus mengambil jarak dan langkah yang tepat, memberikan kebebasan dan membiarkan anak begitu saja dalam kondisi tidak siap, tentunya akan berdampak buruk bagi perkembangan anak selanjutnya. 

Bagaimana dengan jarak yang tepat kita bisa menciptakan sambil memastikan hal yang mendasar dalam diri anak agar bisa tumbuh dengan baik. Sehingga bisa menjadi benteng perkembangan diri yang lebih efektif bagi anak itu.

Sementara untuk dampak negatifnya yaitu munculnya kenakalan-kenakalan anak seperti perundungan sampai tawuran pelajar. Hal itu dikarenakan selama ini mereka hanya berada di dalam rumah saja. Ketika sudah dibebaskan terkadang mereka menemukan hal-hal yang berbeda dari kebiasaan mereka selama di rumah. Sehingga mereka merespon dengan tindakan yang tidak dipikir panjang terlebih dahulu.

Di antara dampak-dampak tersebut memang membutuhkan proses dari guru dan orang tua untuk mengkondisikan anaknya agar tidak melakukan tindakan yang kurang baik. 

Sehingga menimbulkan berbagai dampak positif, baik itu diri pribadi maupun ke sekolah. Dan pastinya, mempersiapkan agar anak kita benar-benar siap ketika berada di sekolah, mulai menerima segala hal yang baru, dan berbeda ketika kita berada di rumah.

Pada usia ini biasanya anak akan mengalami kondisi di mana seseorang dalam keinginan antara bergaul atau menyendiri. Pada kondisi ini akan terlihat bagaimana  seorang anak mulai ingin bergaul (bersosialisasi) dengan teman-temannya atau justru mengisolasi diri.

Tak hanya itu, keinginan untuk terlepas dari dominasi dan peran orang tuanya pun mulai jelas terlihat. Anak mulai ingin melihatkan bahwa dirinya mampu dan bisa terbebas dari bantuan orang tua atau hal-hal lain yang melibatkan orang tua mereka.

Untuk itulah anak lebih senang ketika berada di sekolah dengan melakukan berbagai hal selama berada di sekolah. Selain karena siswa ingin mengaktualisasi diri terhadap berbagai kegiatan yang bermanfaat selama di sekolah, mereka juga ingin membuktikan kepada orang tuanya bahwa mereka bisa lepas dari pengaruh dan bantuan orang tua. Adanya berbagai kegiatan yang menarik, menambah keinginan anak untuk berlama-lama berada di sekolah.

Mereka bisa melakukan berbagai kegiatan pengembangan diri berdasarkan minat. Sehingga mereka melakukannya dengan nyaman karena kemauan mereka masing-masing. 

Berbeda ketika mereka berada di rumah, mereka melakukan sesuatu bukan atas keinginan dan kemauan mereka, tetapi atas perintah orang tua. Sehingga mereka tidak leluasa dalam melakukannya. Untuk itu diperlukan peran guru dan orang tua untuk selalu mengawasi setiap aktivitas yang dilakukan selama berada di sekolah.

Sebagai penutup penulis ingat ungkapan yang menarik dari Ki Hajar Dewantara yaitu anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat serta menuntun tumbuhnya kodrat tersebut. Dari sini sudah jelaslah bahwa sebagai guru kita hanya mengarahkan setiap anak untuk melakukan hal yang baik selama berada di sekolah.

Hery Setyawan, guru di SMPN 42 Jakarta.

[red/rien]

One thought on “Mengapa Anak Lebih Nyaman Berada di Sekolah”

Comments are closed.